Aku sudah menjadi anggota tim SAR selama beberapa tahun, dan selama itu juga aku mengalami banyak pengalaman menarik. Aku menuliskannya disini dan kalian bisa membacanya jika kalian tertarik.
The Bear Man / Manusia Beruang
Aku memiliki track record yang bagus dalam kasus pencarian orang hilang. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang sengaja "salah" memilih jalur, atau diam-diam menuruni tebing, dan mereka tidak tahu caranya kembali.
Tapi ada dua kasus aneh yang berbeda dengan kasus lain yang pernah kutangani.
Keduanya sangat menggangguku, tapi aku menjadikannya motivasi agar aku bisa bekerja lebih keras dalam kasus yang aku tangani.
Kasus pertama adalah seorang anak laki-laki yang hilang saat memetik buah berry bersama orang tuanya.
Dia pergi bersama kakak perempuannya, dan keduanya hilang di waktu yang sama.
Sebut saja si adik adalah Robert dan si kakak adalah Alice.
Putus asa karena tak bisa menemukan anaknya, orang tua itu menghubungi kami. Kami langsung menyisir area tersebut. Kami bisa menemukan Alice dalam waktu yang relatif singkat. Ketika kami bertanya dimana Robert, dia menjawab bahwa adiknya dibawa oleh Manusia Beruang.
"Dia memberiku buah berry lalu menyuruhku untuk tak memberi tahu siapapun. Dia berkata dia akan bermain dengan Robert sebentar saja." kata si kakak perempuan.
Terakhir kali ia melihat adiknya, Robert sedang berada di atas bahu si Manusia Beruang dan dia nampak sangat tenang. Kami kira itu adalah penculikan, namun kami tak menemukan jejak 'manusia' lain di area ini. Alice bersikukuh bahwa dia (Manusia Beruang) tak nampak seperti manusia normal. Dia tinggi, sangat tinggi, dan dipenuhi oleh bulu, ya 'seperti beruang' dan dia memiliki wajah yang aneh.
Kami menyisir area itu berminggu-minggu, tapi kami tak pernah menemukan satupun jejak Robert.
Kasus kedua adalah seorang wanita muda yang melakukan pendakian bersama Ibu dan Kakeknya. Menurut sang ibu, anaknya itu sedang memanjat pohon agar bisa melihat pemandangan hutan dengan lebih baik. Dan dia tidak pernah turun kembali. Mereka menunggu berjam-jam, sambil meneriakkan nama wanita itu, sampai akhirnya mereka memanggil kami untuk meminta bantuan.
Lagi, kami mencari area itu dan sekitarnya, namun kami tak mendapatkan satupun jejak darinya. Ini sangat,sangat, aneh. Ibu dan kakeknya tak pernah melihatnya turun. Lalu bagaimana caranya wanita itu bisa hilang begitu saja?
The Cliffs
Aku sudah beberapa kali melakukan pencarian bersama seekor canine, dan mereka menuntunku langsung ke tebing. Dan anehnya, dalam beberapa kasus,kami biasanya akan menemukan orang di sisi lain tebing, atau beberapa mil jauhnya dari tempat canine itu membawa kami. Aku yakin ada penjelasan di balik ini semua, tapi tetap saja, ini sangat aneh.Can't live without you
Salah satu kasus yang sangat menyedihkan adalah saat kami melakukan pencarian jasad. Seorang gadis berusia sembilan tahun jatuh dari tanggul dan tertusuk pohon yang berada di bawahnya. Itu adalah kecelakaan yang sangat aneh, tapi aku tidak akan pernah melupakan suara yang dibuat ibunya saat kami menceritakan apa yang telah terjadi.Saat dia melihat kantong mayat yang berisi tubuh anaknya, dia mengeluarkan jeritan paling menyedihkan,lebih tepatnya menyeramkan, yang pernah kudengar. Dunianya ikut hancur bersama dengan kematian anaknya. Kudengar dari anggota tim SAR lain bahwa Ibu itu bunuh diri beberapa minggu setelahnya. Dia tidak kuat jika harus menjalani hidup tanpa kehadiran anak perempuannya.
Tanpa Wajah
Aku membentuk tim bersama anggota Tim SAR yang lain. Karena kami menerima laporan bahwa terdapat beruang di area tempat orang yang akan kami cari berada. Kami mencari seorang pria bernama Alex yang belum kembali dari kegiatan memanjat tebingnya. Dan kami terpaksa ikut memanjat tebing dalam usaha kami mencarinya.
Kami menemukannya terperangkap di sebuah celah dengan kakinya yang patah. Ini sangat tidak menyenangkan. Dia sudah berada di sana selama hampir dua hari, dan kakinya jelas sudah terinfeksi. Kami membawanya masuk ke helikopter, dan kudengar dari salah satu paramedis bahwa Alex benar-benar tidak bisa dihibur.
Illustrasi tempat si doi terperangkap
Alex terus membicarakan tentang kegiatan memanjatnya yang berjalan lancar, sampai akhirnya dia mencapai puncak tebing. Disana, dia melihat seorang pria yang tidak memakai peralatan memanjat apapun, pria itu mengenakan sebuah jaket tebal dan celana ski. Alex berjalan ke arah pria itu, dan saat pria itu berbalik,ia tak memiliki wajah. Alex yang saat itu ketakutan berusaha menuruni tebing dengan terburu-buru, yang membuatnya terjatuh dan terperangkap disana.
Alex bisa mendengar suara pria itu sepanjang malam. Suara pria yang mencoba menuruni bukit sambil mengeluarkan teriakan tertahan yang sangat menyeramkan.
Cerita Alex sangat mengangguku. Jujur, Aku merasa beruntung aku tak berada di sana dan mendengar teriakan mengerikan itu.
That big man....
Salah satu pengalaman paling mengerikan yang pernah kualami adalah, saat kami mencari seorang wanita yang terpisah dari kelompok pendakian-nya. Kami mencarinya sampai larut malam, dan untungnya anjing pelacak kami berhasil mencium baunya.Saat kami menemukannya, dia meringkuk di bawah sebuah kayu besar yang sudah membusuk. Dia kehilangan seluruh peralatannya. Dia terlihat sangat shock, untungnya dia tidak terluka sama sekali. Kami membawanya kembali menuju tempat kami.
Sepanjang perjalanan, dia terus menerus melihat ke belakang. Dia menanyakan kepada kami kenapa ada 'orang besar bermata hitam' yang mengikuti kami. Namun kami tak melihat siapapun dan kami menganggapnya sebagai efek samping dari shock yang ia alami.
Semakin dekat kami menuju lokasi yang dituju, wanita itu tampak semakin terganggu. Dia terus memintaku agar membuat dia, si (orang besar bermata hitam), berhenti membuat wajah-wajah aneh. Dan pada satu titik wanita itu berhenti berjalan, lalu berbalik, dan kemudian berteriak agar 'dia' berhenti mengikutinya. Wanita itu berkata bahwa dia takkan pergi bersama-nya dan dia takkan menyerahkan kami kepada-nya.
Kami membuatnya berjalan lagi, tapi kami mulai mendengar suara-suara aneh yang asalnya dari area sekitar kami. Suaranya mirip dengan suara batuk, tapi lebih berat dan lebih berirama.
Saat kami sampai di lokasi, wanita itu berbalik arah dan berjalan ke arahku. Matanya terbuka sangat lebar, lalu ia menyentuh bahuku. Kemudian dia berbisik tepat di samping telingaku, " 'Dia' menyuruhmu untuk cepat pergi. Dia tidak suka melihat bekas luka di lehermu." Aku memang memiliki bekas luka yang sangat kecil yang berada di bawah leherku, karenanya aku bisa menyembunyikan bekas luka ini di bawah kerah bajuku. Aku tidak tahu bagaimana cara wanita ini bisa melihatnya.
Tepat setelah dia mengatakannya, aku mendengar suara batuk yang aneh, tepat berada di telinga kananku. Aku hampir saja meloncat ketakutan. Aku buru-buru menariknya masuk, dan aku berusaha agar aku tak terlihat ketakutan.
Aku senang kita meninggalkan area tersebut malam itu juga.
Staircase in the middle of the woods?
Ini mungkin pengalaman paling aneh yang pernah aku alami.Aku tidak tahu dengan Tim SAR yang lain, tapi di tempatku, hal ini adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Kalian bisa bertanya pada petugas Tim SAR yang lain, tapi meski mereka tahu apa yang kalian bicarakan, mereka mungkin takkan memberitahumu apapun.
Kita telah diberitahu atasan kami untuk tidak membicarakannya, bahkan kami menganggapnya sebagai hal yang biasa dan bukan hal yang aneh lagi.
Saat kami menelusuri jauh ke dalam hutan, dalam beberapa kali kesempatan, kami menemukan ada sebuah tangga di tengah hutan. Tangga itu seperti tangga yang berada di rumah-rumah, kemudian tangga itu dipotong lalu ditaruh disini, di tengah hutan.
Pertama kali aku melihatnya, aku menanyakan beberapa seniorku tentang ini. Mereka berkata bahwa itu hal yang wajar, dan menyuruhku agar tak terlalu khawatir.
Semua orang yang kutanya juga mengatakan hal yang sama. Aku ingin mengecek tangga itu, tapi aku dilarang melakukannya. Sekarang, karena terlalu sering melihat tangga tersebut, aku mulai tak memperdulikan mereka saat aku melihatnya.
Aku punya banyak hal lain yang belum aku ceritakan, jika kalian tertarik aku akan membuat part 2 dari kisahku ini.